Memilih Dasi Untuk Pria

Memilih Dasi Untuk PriaTips Info | Dasi adalah cerminan diri seorang pria, oleh karana itu pria butuh berpenampilan catchy. Untuk mendapatkannya, diperlukan sentuhan aksesoris yang simple dan chic. Nah, salah satu pilihan jatuh pada dasi. Pilihan dasi yang pas akan membuat penampilan pria semakin terlihat gaya dan semakin menarik.

Dasi menurut Asosiasi Aksesoris Leher Amerika, punya sejarah panjang yang melilit perkembangannya. Sejak zaman batu pun aksesori di leher dan dada sudah ada, khususnya untuk memberi ciri pada kelompok pria dari strata tertentu. Malah, pada masa Romawi kuno sudah dipakai kain untuk melindungi leher dan tenggorokan, khususnya oleh para jurubicara. Pada perkembangannya prajurit militer Romawi pun memakainya. Bukti dipakainya aksesori kain leher tampak pada patung batu di makam kuno, Xian, Tiongkok. Dasi memang bisa membuat penampilan pria semakin mature dan terkesan formal. Rapi dan menarik merupakan kesan yang ingin ditampilkan dari pemakaian sebuah dasi.

Memilih Dasi pria memang kadang-kadang menjadi sulit. Maklum, barang-barang kesukaan pria memang cenderung mahal. Dasi termasuk hadiah yang paling sering dipikirkan wanita untuk diberikan kepada pria, entah itu rekan kerja, atasan, atau pasangan. Tips berikut ini mungkin bisa menjadi pertimbangan Anda saat memilih dasi sebagai hadiah.

Pikirkan kegunaannya
Pikirkan dulu mengenai pria yang ingin Anda belikan dasi. Apakah dasi itu akan dikenakannya ke kantor, atau ke resepsi perkawinan? Apakah dasi itu akan menjadi aksesori yang berselera baik untuknya, menjadi aksen yang mencuri perhatian, atau hanya akan membuatnya ditertawakan (karena tak biasa mengenakan dasi)?

Pilih Motif yang disukai pria
Pilih dasi dengan desain atau gambar yang kira-kira akan disukai penerimanya. Contohnya, logo klub sepak bola, warna tim kesayangannya, atau bahkan tokoh kartun favoritnya (siapa tahu, kan?). Asal tidak terlalu mencolok mata, gambar-gambar semacam itu akan terlihat menarik pada dasi.

Ditulis Oleh: Bli Wahyu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar